Minggu, 03 Maret 2013

PALSU bagian tiga :) selamat membaca


Suasana lobby bioskop riuh sesak , banyak pasangan muda-mudi yang bersliweran. Dan juga beberapa ABG yang menjejali bioskop itu. Seorang wanita berbadan cukup ideal layaknya seorang model , dengan cowok berkulit sawo matang disampingnya sedang sibuk ikut mengantre tiket.
            Marsha dan Jaya memasuki lobby bioskop , mata Marsha terbelalak melihat antrean yang begitu panjang “ Jaya , antreannya panjang banget nih. Mending kita ke café aja , gimana ? .”
            “ Mending kita nonton aja Sha , banyak film bagus daripada ke café banyak orang-orang ribut yang teriak-teriak enggak jelas.”
“ Hmm yaudah terserah Jaya aja , Marsha ngikut ” kata Marsha pasrah sambil mengikuti langkah kaki Jaya menuju antrean tiket.
Marsha dan Jaya ikut mengantre di antrean tiket yang super panjang itu , maklum sebuah film ber genre horror yang baru dirilis ternyata sukses menyerap ribuan penonton. Puluhan orang rela mengantre demi mendapatkan tiket film itu . Seorang gadis berjalan kearah Jaya.
“ Hei , Jay “ gadis itu menepuk pundak Jaya.
            Jaya spontan menoleh kearah suara itu . “ Loh kamu ada disini juga ? kebetulan banget “ kata Jaya sembari memberikan senyum hangat kearah gadis yang super Modies itu.
            Marsha tercengang melihat gadis dihapannya style nya yang modies mampu menutupi kekurangan yang ada ditubuhnya.
            “ Iya mau nonton film nih , bosen malam mingguan dirumah terus . Kamu kesini sama siapa Jay ? .”
            “ Aku kesini sama , hmm ini aku kesini sama Marsha “ kata Jaya , sembari terus menatap gadis itu .
            “ Hei Marsha , aku Keyna “ kata Keyna sembari berjabat tangan dengan Marsha sebagai tanda perkenalan.
            “ Oh kamu Keyna , aku Marsha “ hati Marsha ciut , luka hatinya yang telah ia redam kini kembali terbuka , gadis ini ya gadis yang dihadpannya sekarang adalah gadis yang telah mengambil hati Jaya , kekasihnya.
            “ Kamu kesini sama siapa Key ? .”
                                                        
“ Oh , aku sama Alberth pacar ku .”
“ Alberth ? “ tanya Jaya.
Keyna memandang bahagia seorang laki-laki yang berjalan kearahnya .” Itu orangnya , baru diomongin udah muncul panjang umur banget.”
“ Itu pacar kamu ya ? “ kini Marsha mulai ikut dalam pembicaraan.
“ Iya udah dua tahun pacaran “ Keyna tersenyum.
Sorry ya lama “ kata Albert.
“ Iya enggak papa kok sayang , sayang kenalin ini temen aku Jaya dan yang disamping Jaya itu Marsha .”
Alberth menajabat tangan Marsha dan juga Jaya. Jaya menatap Albert penuh dengan rasa cemburu yang mendalam . Emosi dihatinya meledak-ledak.
“ Sayang , si Dini sama Audryn tadi telfon katanya mereka enggak jadi datang , mana kita udah beli empat tiket “ kata Albert.
“ Serius ? yah enggak seru banget deh kalo Cuma nonton berdua ” Keyna menundukan kepalanya .” Jaya , Marsha ikut nonton bareng sama aku yuk , ada dua tiket yang bakalan hangus nih.”
“ Kalo Marsha , ngikut Jaya aja .”
“ Jaya plis , nonton bareng aku sama Albert aja ya ? .”
Jaya menganggukan kepalanya , anggukan kepalanya menandakan bahwa ia menyetujui ajakan Keyna.
Kedua pasangan itu memasuki ruangan bioskop , mereka berempat duduk sembari menyantap popcorn caramel yang masih hangat. Jaya tak henti-hentinya menatap Keyna yang sedari tadi berpegangan tangan dengan Albert, kekasihnya.
Film dimulai , semua mata tertuju kearah layar lebar itu , Marsha sekuat tenaga menahan air matanya yang hendak jatuh .
                                                            ***
Jaya menghentikan mobilnya disebuah rumah  dengan cat berwarna cream , rumah Marsha .
“ Makasih ya udah temenin Jaya nonton.”
“ Iya , Jay aku boleh nanya sesuatu ? tapi aku minta kamu jujur.“
“ Boleh kok nanya aja “ Jaya tersenyum.
“ Keyna itu siapa ? .”
“ Temen kampus aku , kenapa ? .”
“ Beneran Cuma temen ? enggak lebih dari itu ? .”
Jaya menatap wajah Marsha . “ Emang kenapa sih ? apa perlu kamu tau ?.”
“ Iya aku perlu tau , sebenarnya gimana perasaan kamu ke Keyna ? kamu anggap aku apa? “ Air mata membasahi kedua pipi Marsha . “ Apa dimata kamu aku enggak berarti apa-apa? Apa aku Cuma boneka.”   
“ Sha , aku enggak mau bahas itu sekarang . Aku belum bisa ! .”
“ Laki-laki pengecut !“ Marsha keluar dari mobil sembari menahan air matanya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar