Suasana lobby bioskop riuh sesak , banyak pasangan
muda-mudi yang bersliweran. Dan juga beberapa ABG yang menjejali bioskop itu.
Seorang wanita berbadan cukup ideal layaknya seorang model , dengan cowok
berkulit sawo matang disampingnya sedang sibuk ikut mengantre tiket.
Marsha
dan Jaya memasuki lobby bioskop ,
mata Marsha terbelalak melihat antrean yang begitu panjang “ Jaya , antreannya
panjang banget nih. Mending kita ke café aja , gimana ? .”
“
Mending kita nonton aja Sha , banyak film bagus daripada ke café banyak
orang-orang ribut yang teriak-teriak enggak jelas.”
“ Hmm yaudah terserah
Jaya aja , Marsha ngikut ” kata Marsha pasrah sambil mengikuti langkah kaki
Jaya menuju antrean tiket.
Marsha dan Jaya ikut
mengantre di antrean tiket yang super panjang itu , maklum sebuah film ber
genre horror yang baru dirilis ternyata sukses menyerap ribuan penonton.
Puluhan orang rela mengantre demi mendapatkan tiket film itu . Seorang gadis
berjalan kearah Jaya.
“ Hei , Jay “ gadis itu
menepuk pundak Jaya.
Jaya
spontan menoleh kearah suara itu . “ Loh kamu ada disini juga ? kebetulan
banget “ kata Jaya sembari memberikan senyum hangat kearah gadis yang super
Modies itu.
Marsha
tercengang melihat gadis dihapannya style nya yang modies mampu menutupi kekurangan
yang ada ditubuhnya.
“
Iya mau nonton film nih , bosen malam mingguan dirumah terus . Kamu kesini sama
siapa Jay ? .”
“
Aku kesini sama , hmm ini aku kesini sama Marsha “ kata Jaya , sembari terus
menatap gadis itu .
“
Hei Marsha , aku Keyna “ kata Keyna sembari berjabat tangan dengan Marsha
sebagai tanda perkenalan.
“
Oh kamu Keyna , aku Marsha “ hati Marsha ciut , luka hatinya yang telah ia
redam kini kembali terbuka , gadis ini ya gadis yang dihadpannya sekarang
adalah gadis yang telah mengambil hati Jaya , kekasihnya.
“
Kamu kesini sama siapa Key ? .”
“ Oh , aku sama Alberth
pacar ku .”
“ Alberth ? “ tanya
Jaya.
Keyna memandang bahagia
seorang laki-laki yang berjalan kearahnya .” Itu orangnya , baru diomongin udah
muncul panjang umur banget.”
“ Itu pacar kamu ya ? “
kini Marsha mulai ikut dalam pembicaraan.
“ Iya udah dua tahun
pacaran “ Keyna tersenyum.
“ Sorry ya lama “ kata Albert.
“ Iya enggak papa kok
sayang , sayang kenalin ini temen aku Jaya dan yang disamping Jaya itu Marsha
.”
Alberth menajabat
tangan Marsha dan juga Jaya. Jaya menatap Albert penuh dengan rasa cemburu yang
mendalam . Emosi dihatinya meledak-ledak.
“ Sayang , si Dini sama
Audryn tadi telfon katanya mereka enggak jadi datang , mana kita udah beli
empat tiket “ kata Albert.
“ Serius ? yah enggak
seru banget deh kalo Cuma nonton berdua ” Keyna menundukan kepalanya .” Jaya ,
Marsha ikut nonton bareng sama aku yuk , ada dua tiket yang bakalan hangus
nih.”
“ Kalo Marsha , ngikut
Jaya aja .”
“ Jaya plis , nonton bareng
aku sama Albert aja ya ? .”
Jaya menganggukan
kepalanya , anggukan kepalanya menandakan bahwa ia menyetujui ajakan Keyna.
Kedua pasangan itu
memasuki ruangan bioskop , mereka berempat duduk sembari menyantap popcorn caramel yang masih hangat. Jaya
tak henti-hentinya menatap Keyna yang sedari tadi berpegangan tangan dengan
Albert, kekasihnya.
Film dimulai , semua
mata tertuju kearah layar lebar itu , Marsha sekuat tenaga menahan air matanya
yang hendak jatuh .
***
Jaya menghentikan
mobilnya disebuah rumah dengan cat
berwarna cream , rumah Marsha .
“ Makasih ya udah
temenin Jaya nonton.”
“ Iya , Jay aku boleh
nanya sesuatu ? tapi aku minta kamu jujur.“
“ Boleh kok nanya aja “
Jaya tersenyum.
“ Keyna itu siapa ? .”
“ Temen kampus aku ,
kenapa ? .”
“ Beneran Cuma temen ?
enggak lebih dari itu ? .”
Jaya menatap wajah
Marsha . “ Emang kenapa sih ? apa perlu kamu tau ?.”
“ Iya aku perlu tau ,
sebenarnya gimana perasaan kamu ke Keyna ? kamu anggap aku apa? “ Air mata
membasahi kedua pipi Marsha . “ Apa dimata kamu aku enggak berarti apa-apa? Apa
aku Cuma boneka.”
“ Sha , aku enggak mau
bahas itu sekarang . Aku belum bisa ! .”
“ Laki-laki pengecut !“
Marsha keluar dari mobil sembari menahan air matanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar