Rabu, 12 Juni 2013

Beda Usia



Beda Usia
           
            Semua masih sama , keduanya masih saling menatap. Masih sama-sama menjaga hati. Masih sama-sama menunggu , menunggu waktu mempersatukan kembali kepingan hati Keyla dan Nauvan.
            Sore ini , cafe ramai . Bau kopi menyeruak diseluruh sudut ruangan. Nauvan menyesap kopi hangat yang berada di depannya , sembari menatap seorang gadis berambut coklat . Warna coklat yang dihasilkan dari proses pengecatan rambut. Warna yang sesuai dengan kulit putih yang menempel ditubuhnya. Sesekali Nauvan , melempar senyum kearah gadis itu.
            “ Gimana pekerjaan kamu hari ini ? “ tanya Nauvan sembari meletakan cangkir kopinya , diatas meja kayu berwarna coklat pekat.
            “ Lancar-lancar aja kok hehe “ Keyla menjawab , diiringi tawa kecil.
            “ Baguslah.”
            Keduanya kini diam , saling mengamati ruangan cafe.  Sibuk menatap , pelayan yang hilir mudik mendatangi customer . Beberapa bulan terakhir mereka selalu begini , hanya berbincang singkat kemudian menatap aktivitas yang mungkin tidak terlalu penting disekitar mereka.
            “ Keyla “ Nauvan memanggil dengan suara lirih , suaranya berat. Menahan hatinya yang akan segera runtuh.
            “ Ya , kenapa ? .”
            “ Aku akan segera menikah , dengan gadis pilihan kedua orang tua ku.”
            Keyla diam sejenak mendengar kata-kata yang terlontar dari mulut Nauvan. Keyla seperti hanyut dalam arus air deras yang membawanya ke masa lalu. Masa lalu nya bersama kekasihnya . Pria muda yang dewasa , pria muda yang menyayanginya. Pria muda yang menerima perbedaan usia diantara mereka. Pria muda yang juga menyayangi , putra semata wayangnya. Putra hasil pernikahannya yang gagal , dengan mantan suaminya dulu.
            “ Serius ? selamat ya Van . Aku turut bahagia “ jawab Keyla , sebuah senyuman kecil menghiasi bibir nya. Sebuah senyuman yang tersirat begitu saja , senyuman kosong yang tanpa arti.
            Nauvan diam , memandang Keyla sekilas. Mengamati lekukan wajah Keyla. Keyla seorang wanita berusia 38 tahun , wanita dewasa yang telah membuatnya jatuh cinta. Wanita pengertian , yang selalu memahami dirinya. Marcell , pahlawan kecil Keyla berusia 8 tahun . Nauvan sudah menganggap Marcell , layaknya anak nya sendiri.
                                                                       
            Nauvan merasa hidup nya telah lengkap dan lebih bernafas ketika Keyla dan Marcell berada di hari-harinya. Setelah letih dengan berbagai pekerjaan di kantor iklan tempatnya bekerja , Nauvan sering menghabiskan waktu  bersama bocah laki-laki lucu itu , Marcell . Mereka sering , main playstation berdua. Bercanda bersama-sama . Dan melakukan banyak aktivitas lainnya yang membuat keduanya dekat.
            Nauvan terhenyak kemudian kembali kedalam dunia nyata . “ Key , satu – satunya wanita yang ingin aku nikahi hanya kamu. Kamu tahu itu kan ?.”
            “ Sudahlah Van, lupakan aku . Banyak pihak yang menentang hubungan kita terutama keluargamu. Van lupakan tentang kita .”  
            Nauvan melongo , tatapannya kosong. Hatinya perih , seperti disayat-sayat pecahan kaca.
            Hubungan asmara yang terjalin tiga tahun lamanya , tak mungkin Nauvan bisa melupakannya begitu saja. Tak mungkin ! . Terlalu banyak , kenangan manis yang menggoda ingatan. Perbedaan usia yang terpaut 12 tahun sering membuat hubungan asmara diantara mereka diterpa badai. Empat bulan yang lalu , badai yang cukup hebat . Badai yang berasal dari keluarga Nauvan , badai yang tak sanggup lagi di hindari . Menghancurkan hubungan asmara mereka. Hancur lebur , menjadi kumpulan debu.
            “ Selama 4 bulan kita berpisah . Aku tidak pernah sedetik pun , melupakanmu Key. Aku merindukanmu setiap waktu , aku tersiksa.”
            “ Van , posisi kita sulit. Aku tidak ingin melukai hati keluargamu . Terutama , mama mu.”
            Nauvan menatap Keyla sepintas , lalu menghela nafas panjang dan menghembuskan nya perlahan . Tangan kanan nya sibuk meraih sebatang rokok , lalu ia menyulutnya dengan api kecil yang berasal dari korek berwarna biru.
            “ Van , aku benci melihatmu seperti ini. Aku tidak suka melihatmu merokok “ Keyla merampas sebatang rokok yang berada ditangan Nauvan.
            Nauvan tak mempedulikan kata-kata Keyla , tangannya kembali meraih satu batang rokok yang berada dimeja. Keyla tak kehabisan akal , Keyla mengikuti Nauvan mengambil sebatang rokok kemudian menyulutnya dengan api kecil.
            Nauvan kaget . “ Key , apa-apaan kamu “ Nauvan meraih sebatang rokok yang tengah Keyla sesap.
            “ Sekarang kamu tahu kan , yang aku rasakan ketika melihatmu merokok ? Ingat kesehatanmu , ingat paru-parumu. Kelak kamu akan menjadi seorang ayah , kamu harus sehat agar bisa melihat anak-anakmu tumbuh besar.”
                                                      
Nauvan menunduk , lalu mematikan rokok yang berada di ditangannya . “ Maaf kan aku Key.”
             Keyla hanya mengangguk.
            “ Key , di dunia ini banyak sekali ketidak adilan perihal cinta. Salah satunya kisah cinta kita. Bila lelaki tua diperbolehkan menikah dengan perempuan yang usia nya jauh lebih muda dan tidak menjadi masalah. Lantas mengapa harus dipermasalahkan ketika perempuan yang lebih tua menikah dengan lelaki muda. Ini tidak adil.”
            Keyla diam , ia tak ingin membuka mulut untuk menanggapi pernyataan Nauvan. Sebenarnya ia juga tak rela bila harus berpisah dengan lelakinya ini. Tapi , untuk bersama –sama lagi menjalin hubungan cinta itu sesuatu yang mustahil . Terlalu banyak pertentangan dari pihak keluarga Nuavan , terlalu banyak permasalahan rumit.
Keyla menyesap kopi hangat nya , lantas berlalu pergi meninggalkan sosok Nauvan yang masih tak percaya bahwa ia harus menikah dengan gadis pilihan orang tua nya.
            Key , menikah lah dengan ku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar