Beda
Usia
Semua
masih sama , keduanya masih saling menatap. Masih sama-sama menjaga hati. Masih
sama-sama menunggu , menunggu waktu mempersatukan kembali kepingan hati Keyla
dan Nauvan.
Sore
ini , cafe ramai . Bau kopi menyeruak diseluruh sudut ruangan. Nauvan menyesap
kopi hangat yang berada di depannya , sembari menatap seorang gadis berambut
coklat . Warna coklat yang dihasilkan dari proses pengecatan rambut. Warna yang
sesuai dengan kulit putih yang menempel ditubuhnya. Sesekali Nauvan , melempar
senyum kearah gadis itu.
“
Gimana pekerjaan kamu hari ini ? “ tanya Nauvan sembari meletakan cangkir
kopinya , diatas meja kayu berwarna coklat pekat.
“
Lancar-lancar aja kok hehe “ Keyla menjawab , diiringi tawa kecil.
“
Baguslah.”
Keduanya
kini diam , saling mengamati ruangan cafe.
Sibuk menatap , pelayan yang hilir mudik mendatangi customer . Beberapa bulan terakhir mereka selalu begini , hanya
berbincang singkat kemudian menatap aktivitas yang mungkin tidak terlalu
penting disekitar mereka.
“
Keyla “ Nauvan memanggil dengan suara lirih , suaranya berat. Menahan hatinya
yang akan segera runtuh.
“
Ya , kenapa ? .”
“
Aku akan segera menikah , dengan gadis pilihan kedua orang tua ku.”
Keyla
diam sejenak mendengar kata-kata yang terlontar dari mulut Nauvan. Keyla
seperti hanyut dalam arus air deras yang membawanya ke masa lalu. Masa lalu nya
bersama kekasihnya . Pria muda yang dewasa , pria muda yang menyayanginya. Pria
muda yang menerima perbedaan usia diantara mereka. Pria muda yang juga
menyayangi , putra semata wayangnya. Putra hasil pernikahannya yang gagal ,
dengan mantan suaminya dulu.
“
Serius ? selamat ya Van . Aku turut bahagia “ jawab Keyla , sebuah senyuman
kecil menghiasi bibir nya. Sebuah senyuman yang tersirat begitu saja , senyuman
kosong yang tanpa arti.
Nauvan
diam , memandang Keyla sekilas. Mengamati lekukan wajah Keyla. Keyla seorang
wanita berusia 38 tahun , wanita dewasa yang telah membuatnya jatuh cinta.
Wanita pengertian , yang selalu memahami dirinya. Marcell , pahlawan kecil Keyla
berusia 8 tahun . Nauvan sudah menganggap Marcell , layaknya anak nya sendiri.
Nauvan
merasa hidup nya telah lengkap dan lebih bernafas ketika Keyla dan Marcell berada
di hari-harinya. Setelah letih dengan berbagai pekerjaan di kantor iklan tempatnya
bekerja , Nauvan sering menghabiskan waktu
bersama bocah laki-laki lucu itu , Marcell . Mereka sering , main
playstation berdua. Bercanda bersama-sama . Dan melakukan banyak aktivitas
lainnya yang membuat keduanya dekat.
Nauvan
terhenyak kemudian kembali kedalam dunia nyata . “ Key , satu – satunya wanita
yang ingin aku nikahi hanya kamu. Kamu tahu itu kan ?.”
“
Sudahlah Van, lupakan aku . Banyak pihak yang menentang hubungan kita terutama
keluargamu. Van lupakan tentang kita .”
Nauvan
melongo , tatapannya kosong. Hatinya perih , seperti disayat-sayat pecahan
kaca.
Hubungan
asmara yang terjalin tiga tahun lamanya , tak mungkin Nauvan bisa melupakannya
begitu saja. Tak mungkin ! . Terlalu banyak , kenangan manis yang menggoda
ingatan. Perbedaan usia yang terpaut 12 tahun sering membuat hubungan asmara
diantara mereka diterpa badai. Empat bulan yang lalu , badai yang cukup hebat .
Badai yang berasal dari keluarga Nauvan , badai yang tak sanggup lagi di
hindari . Menghancurkan hubungan asmara mereka. Hancur lebur , menjadi kumpulan
debu.
“
Selama 4 bulan kita berpisah . Aku tidak pernah sedetik pun , melupakanmu Key.
Aku merindukanmu setiap waktu , aku tersiksa.”
“
Van , posisi kita sulit. Aku tidak ingin melukai hati keluargamu . Terutama ,
mama mu.”
Nauvan
menatap Keyla sepintas , lalu menghela nafas panjang dan menghembuskan nya
perlahan . Tangan kanan nya sibuk meraih sebatang rokok , lalu ia menyulutnya
dengan api kecil yang berasal dari korek berwarna biru.
“
Van , aku benci melihatmu seperti ini. Aku tidak suka melihatmu merokok “ Keyla
merampas sebatang rokok yang berada ditangan Nauvan.
Nauvan
tak mempedulikan kata-kata Keyla , tangannya kembali meraih satu batang rokok
yang berada dimeja. Keyla tak kehabisan akal , Keyla mengikuti Nauvan mengambil
sebatang rokok kemudian menyulutnya dengan api kecil.
Nauvan
kaget . “ Key , apa-apaan kamu “ Nauvan meraih sebatang rokok yang tengah Keyla
sesap.
“
Sekarang kamu tahu kan , yang aku rasakan ketika melihatmu merokok ? Ingat
kesehatanmu , ingat paru-parumu. Kelak kamu akan menjadi seorang ayah , kamu
harus sehat agar bisa melihat anak-anakmu tumbuh besar.”
Nauvan menunduk , lalu
mematikan rokok yang berada di ditangannya . “ Maaf kan aku Key.”
Keyla hanya mengangguk.
“
Key , di dunia ini banyak sekali ketidak adilan perihal cinta. Salah satunya
kisah cinta kita. Bila lelaki tua diperbolehkan menikah dengan perempuan yang
usia nya jauh lebih muda dan tidak menjadi masalah. Lantas mengapa harus
dipermasalahkan ketika perempuan yang lebih tua menikah dengan lelaki muda. Ini
tidak adil.”
Keyla
diam , ia tak ingin membuka mulut untuk menanggapi pernyataan Nauvan.
Sebenarnya ia juga tak rela bila harus berpisah dengan lelakinya ini. Tapi ,
untuk bersama –sama lagi menjalin hubungan cinta itu sesuatu yang mustahil .
Terlalu banyak pertentangan dari pihak keluarga Nuavan , terlalu banyak
permasalahan rumit.
Keyla menyesap kopi
hangat nya , lantas berlalu pergi meninggalkan sosok Nauvan yang masih tak
percaya bahwa ia harus menikah dengan gadis pilihan orang tua nya.
Key , menikah lah dengan ku.