Sabtu, 16 Maret 2013

Drama Korea Favorit


                  Drama Korea Favorit
            Aku termasuk salah satu pecinta drama korea loh , banyak banget drama korea yang udah pernah aku tonton . Dari full house , Personal Taste , Dream High , Endlles love , Gumiho , Oh My Lady dan banyak banget yang lain. Drama korea yang paling aku suka adalah hmmm City Hunter. :p
                            
                                      Lee Min Hoo acting nya bener-bener super natural !

                  
     Ini adegan paling so sweet menurut aku :p


Jadi cerita di film ini intinya lee min hoo disuruh balas dendam kelima orang yang udah bunuh ayahnya , Lee Min Hoo enggak boleh jatuh cinta karena kalo dia jatuh cinta identitasnya pasti akan terbongkar , wah kan bias berabe tuh kalo identitasnya sampai kebongkar.Tapi enggak sengaja Lee Min Hoo jatuh cinta sama cewek , nama cewek ini Kim Nana.        
                                                    ♥♥
                  Yang penasaran sama filmnya buruan nonton :)

Kamis, 14 Maret 2013

Jawaban Tuhan ♥☺


                      Jawaban Tuhan
             
            Ribuan kali aku bertanya ya Tuhan mengapa kau berikan cobaan ini padaku ? Jutaan air mata telah jatuh mengiringi jeritan hati ini.
            Aku berfikir keras mencoba mencari jawaban , tapi tetap saja aku tak dapat menemukan jawaban itu. Berbulan-bulan aku tersesat , tak tahu kemana kehidupanku akan mengarah. Otot-otot semangat yang dulu selalu menghiasi jiwaku , turut hilang hilang dalam keraguan yang tercipta pada diriku
            Seringkali aku berdiam diri , meratapi semua ini. Mungkin cobaan ini adalah belokan dari kehidupan , pikirku.
            Kadang aku merasa marah , Mengapa dari jutaan manusia dibumi ini , kenapa harus diriku yang dipilih untuk menerima cobaan ini ?. Apa itu karena Tuhan sangat menyayangiku , entahlah aku tak mengerti.
            Suatu hari aku tersadar , bermalas-malasan dan pasrah pada kehidupan . Bukanlah cara yang benar untuk menyeleisaikan masalah yang sedang ku hadapi. Bukankah , Tuhan memberi cobaan untuk menguatkan jiwa ku. Akhirnya , aku memberi sugesti pada diriku sendiri “ Aku harus bangkit , Aku harus mencari kesibukan.”
            Selalu kuucapkan kata-kata itu setiap hari , kutanamkan dalam hati dan fikiranku.
            Menulis adalah salah satu hal yang membuatku bahagia , membuat jiwaku terasa lebih hidup , lebih nyata. Melalaui tulisan-tulisan yang aku buat , aku merasa terhibur , aku sangat menikmati semua ini.
            Perlahan aku mulai bangkit dari keterpurukan , saat itu merupakan titik yang paling rendah dalam kehidupanku. Aku mencoba menghidupkan kembali otot-otot semangat dijiwaku. Menghidupkan kembali mimpi-mimpi yang dulu sempat melebur.
            Bagi kalian yang sedang menghadapi sebuah cobaan berusahalah untuk kuat , berusahalah untuk bangkit. Tuhan akan segera menjawab keelisahan yang menyelimuti jiwa kita. Peracayalah Tuhan selalu mengiringi setiap langkah kaki kita , selalu mendengar doa-doa yang kita panjatkan padanya.
            Disetiap cobaan , ada pelajaran berharga yang bisa kita petik didalamnya. Semangat , fighting ! .:)
                                                                                               
                                                                                                                 Mega Oktaviana ♥

Rabu, 13 Maret 2013

Film Favorit ♥


                           Film Favorit

            Ada sebuah film di Indonesia , yang membuat aku menontonnya berulang-ulang kali , yap film Eiffel im in Love bener-bener bikin hati aku jatuh cinta sama semua adegan yang ada di film itu .

                                                   Ini adegan yang paling aku suka ♥ :)

           Jadi ceritanya gini , Tita pergi ke Paris sama kakak nya . Sebelumnya Papa sama Mama nya Tita udah duluan pergi ke Paris , waktu di Paris Tita sekeluarga nginep dirumah Adit. Adit romantis banget seharian Adit nyiapin kamar yang super keren buat Tita , jadi kamar itu dihiasi sama tumpukan bunga mawar putih. Pokoknya keren deh :p

Ada sebuah film dari Thailand yang ngebuat aku juga jatuh cinta sama film itu , kayaknya udah berkali-kali aku nonton film itu di laptop tapi tetap aja suka , apa lagi kalo lihat wajah super ganteng Mario Maurer , meleleh men . Yap film ini judulnya A Crazy Little Called Love.

                                       
                                          Itu Nam pas lagi SMP masih jelek :p
Nah cerita di film ini Nam jatuh cinta sama cowok super ganteng disekolahnya yap dia Mario Maurer. Pada tahu kan Mario Maurer ? :p

             
           Yang motret foto ini Mario Maurer (Shone) , Nam ikut nyelip supaya kefoto padahal Shone foto cewek yang disampingnya Nam. 

Ini adegan waktu Shone nyelamatin Nam yang hampir jatuh dari panggung , so sweet yah :p

Apel digambar ini Apel dari Shone , katanya Shone aku sudah merasakannya , tidak ada racun . aaaaa perhatian banget .

           
           
                                                                                 ♥♥
                       
                       Mau tahu tentang film ini lebih banyak ? nonton sendiri ya :p
                                   

Jumat, 08 Maret 2013

Ending Kanker Sahabat Adrian ♥ :)


            Mobil itu melaju kencang menuju sebuah rumah sakit yang Terletak di Jakarta Selatan. Adrian terlihat lemah ia terbaring di tempat duduk mobil bagian belakang. Mamanya tak henti-hentinya menangis melihat keaadaan Adrian .Badannya dingin . Wajahnya pucat pasi. Sepertinya tiada lagi tanda-tanda kehidupan ditubuh Adrian    
            Mobil berhenti tepat  di depan lobby sebuah rumah sakit . Terlihat beberapa suster dan petugas rumah sakit berlari kearah mobil. Adrian dibawa keruang ICU.                                                   
            “ Pa , Adrian pa bagaimana kalau anak kita meninggal ? “ mama Adrian terduduk lemas di kursi yang terletak didepan ruang ICU.
            “ Mama dengarin papa ,Adrian sangat kuat .Adrian mampu mengalahkan penyakitnya ” Papa Adrian memberi senyuman kearah wanita yang ia cintai itu lalu memeluknya seraya memberikan kekuatan .
            ““ Mama Papa , emang nya penyakit kak Adrian parah ya ? “ tanya Bastian polos , sangat polos sembari memainkan mobil-mobilan yang berada dikedua tangannya.
            “ Enggak nak , kak Adrian sehat kok . Bastian tidur ya besok pagi Bastian kan harus sekolah ” kata wanita itu.
            Bastian mengangguk lalu berbaring diatas kursi , ia menyandarkan kepala mungilnya di pangkuan sang mama. Bastian si kecil penuh kepolosan , tak mengerti situasi apa yang sebenarnya terjadi.
                                                                        ***
            Matahari pagi mulai menampakan sinarnya yang hangat disetiap sudut kota Jakarta.  Sinar mentari itu menembus kaca jendela tempat Adrian dirawat. Sinar hangatnya , menyentuh perlahan wajah Adrian. Adrian terbangun , ia membuka matanya terlihat sosok mamanya yang terlelap dikursi yang berada tepat disamping ranjang.
            Adrian berusaha bangkit , dari tempat tidur. Ia melepas infuse yang berada ditangannya , ia ayunkan langkah kakinya keluar dari ruangan itu. Adrian menyusuri lorong demi lorong rumah sakit. Adrian , menyandarkan tubuhnya disebuah kursi yang terletak tak jauh dari kolam ikan , pandangannya kosong.
            “ Kok ngelamun mas ? .”
            Suara itu mengagetkan Adrian , ia menoleh . “ Enggak kok .”
            “ Tapi kok dari tadi bengong , lagi sedih ya ? “ gadis itu bertanya lagi , gadis muda berbulu mata lentik.
            “ Enggak.”
            “ Galau ya mas ? jawabnya singkat banget.”
            Adrian menoleh , ia mengerutkan keningnya . “ Apa perlu lo tahu gue lagi galau ? ” tanya Adrian sembari memperhatikan wajah gadis itu.
            “ Mungkin perlu , mungkin juga enggak “ gadis itu membetulkan sebuah topi yang menutupi kepalanya.
            “ Lo enggak perlu tahu .”
Adrian berlalu meninggalkan gadis itu.
                                                            ***
             Adrian memasuki ruangan tempatnya dirawat , mamanya masih tertidur dikursi yang terletak di dekat ranjang . Air mata menetes dari kedua kelopak mata Adrian , muncul rasa bersalah yang luar biasa. Seandainya Adrian bisa mengulang waktu , ia tak ingin menyentuh satu batang rokok manapun.
            “ Ma , maafin Adrian “ katanya lirih , sembari memperhatikan sosok wanita yang sangat ia kasihi itu.
            Adrian melangkahkan kaki menuju kamar mandi , badannya terasa lesu. Tak ada gairah untuk melanjutkan kehidupan.
             Wanita itu terbangun dari tidurnya , matanya melirik kesekeliling ruangan  mencari sosok Adrian , tak terlihat sosok Adrian diruangan itu.
            “ Drian , kamu sudah bangun nak ? .”
            “ Udah ma , Drian lagi dikamar mandi.”
            Wanita itu bernafas lega , ia masih bisa mendengar suara putra kesayangannya. Sebuah suara yang mampu menenangkan hatinya , saat ini . Wanita itu melangkahkan kaki menuju wastafel yang berada dipojok ruangan , ia membasuh mukanya dengan air segar yang mengalir pelan dari wastafel.
            “ Ma , udah bangun ? .”
            Wanita itu menoleh . “ Sudah nak , mama lagi mau beli sarapan untuk kita berdua.”
            “ Biar Adrian aja ma yang beli.”
            “ Enggak usah Drian , mama aja. Kamu istirahat ya disini.”
            “ Ma , Adrian mau pulang. Adrian enggak mau dirumah sakit , percuma ma Adrian disini. Adrian  enggak bakal sembuh.’
            “ Drian , demi mama , papa , dan Bastian juga masa depanmu jalani pengobatan ini nak .”
            “ Ma . Drian kan udah pernah bilang ke mama Drian udah enggak punya masa depan lagi , masa depan Drian ya kematian . Cuma itu.”
            “ Drian , mama pengen lihat kamu sembuh “ kata wanita itu sembari menghapus jutaan air mata yang menetes dari matanya.
            “ Sembuh ? enggak mungkin ma . Sudahlah “.                                                                                    “ Ma ,  Adrian yang beli sarapan mama tunggu disini aja .”
            “ Tapi …… “
            “ Ma , Adrian bisa kok . Ini kan Cuma beli sarapan dikantin rumah sakit.”
            “ Iya Drian , mama tahu kamu anak yang kuat “ wanita itu tersenyum.
                                                                        ***
            Adrian memasuki kantin rumah sakit , tangan nya membetulkan topi berwarna biru yang menutupi kepalanya. Ia melangkahkan kakinya menuju kearah seorang ibu-ibu yang sedang menata ayam goreng.
            “ Bu , nasi ayamnya dua ya “ kata Adrian ramah pada ibu kantin itu.
            “ Oh iya mas , enggak pake sayuran ? .”
            “ Enggak suka sayur bu , tapi yang satu dikasih sayur aja yang satunya enggak.”
            Ibu kantin itu menganggukan kepalanya , dengan kedua tangannya yang cekatan ia lekas menyiapkan pesanan Adrian.
            “ Kamu kok enggak suka sayur , padahal sayur enak loh. Bagus untuk kesehatan.”
            Adrian menoleh pada sumber suara itu .” Lo lagi “ katanya singkat.
\           Gadis itu meringis , sembari mengambil tempat duduk disamping Adrian .” Halo ibu Ismi , bu aku kayak biasa ya nasi sama sop lauknya tahu tempe .”
            “ Iya , sebentar ya ibu siap kan.”
            “ Kenapa sih disetiap sudut rumah sakit ini selalu ada lo ? ” tanya Adrian.
            “ Hmmm , mungkin takdir “ jawab gadis itu singkat.
            “ Takdir ? maksudnya ? gue enggak ngerti .”
            Gadis itu tersenyum . “ Bu udah nasi sama sop nya ? .”
            “ Udah mba , Mas nya ditunggu dulu ya pesanannya soalanya baru digoreng daging ayamnya.”
            Adrian mengangguk , matanya sibuk mengawasi sosok seorang gadis yang kini menyita matanya. Kulit gadis itu putih , bulu matanya sangat lentik membuat matanya terlihat begitu cantik. Adrian mengamati sebuah topi yang menutupi kepala gadis itu.
            “ Topi kamu bagus “ kata Adrian .
            Gadis itu menolehkan kepalanya . “ Oh iya , topi kamu juga bagus .”
             “ Oh iya nama lo siapa ? Gue Kasih “ kata gadis itu sembari mengulurkan tangannya.
            “ Gue , Adrian “ Adrian menjabat tangan Kasih.      
            “ Mba Kasih , gimana keadaannya sekarang ? “ tanya ibu kantin itu , sembari mengangkat ayam dari wajan yang panas.
            ‘ Baik bu , tadi habis kemoterapi “ jawab kasih , senyum ceria terpancar jelas dari wajahnya.
            Mata Adrian kembali menatap kasih “ Kasih lo sakit  ? .”
            Gadis itu mengangguk sambil menyantap sop yang lezat  “ Leukimia stadium tiga ” jawabnya , senyuman selalu melekat pada wajah gadis itu.  
            “ Oh gitu , pantesan lo juga pake topi sama kayak gue.”
            “ Iya topi kita benar-benar istimewa “ sahut Kasih sembari menatap Adrian.
            “ Istemewa ? dari segi mana keistimewaanya ? Cuma orang sakit yang enggak punya rambut , yang pake topi kayak gini .”
            ‘ Hmm ya itu kan menurut pandangan lo Adrian , kalau pandangan gue beda. Pake topi kayak gini tuh istemewa.”     
            “ Mas ini pesananya sudah siap .”
            Adrian mengalihkan pandangannya pada ibu kantin . “ Oh iya “ Adrian mengambil dua lembar pecahan sepuluh ribu rupiah dari dalam dompetnya.
            Adrian bangkit dari tempat duduknya , ia hendak pergi meninggalkan kantin . Kasih menarik tangan Adrian . “ Besok pagi ke taman ya , jam setengah tujuh .”
            Adrian menggelengkan kepalanya , sosoknya berlalu dari kantin.
                                                                        ***
            Adrian melahap nasi yang bearada di depan matanya , dengan sepotong ayam goreng yang masih hangat.
            “ Drian ini minuman nya , ntar seret kalo makan enggak minum “ wanita itu menyodorkan air putih ke arah Adrian.
            “ Makasih ma .“
            Wanita itu tersenyum . “ Bastian hari ini ujian semester , mama berharap dia bias menjawab soal.”
            “ Gak terasa ya ma , waktu berjalan begitu cepat . Bastian udah gede sekarang padahal beberapa tahun yang lalu dia baru lahir .Tubuhnya masih kecil dan mungil.”
            “ Iya , semua berjalan begitu cepat Drian . Drian besok pagi mama mau pulang kerumah ambil beberapa baju .”
            “ Hmm iya ma , Drian kangen sama rumah , kangen Bastian kangen papa.”
            “ Drian mama yakin dalam waktu dekat ini , kamu udah bisa pulang kerumah .”
            “ Ma apa mungkin Drian bias sembuh ?.”
            “ Sangat mungkin , enggak ada yang mustahil di dunia ini selama tuhan berkehendak” katanya sembari menatap putranya.
            “ Ma , maafin Drian selama ini Drian selalu bikin mama kecewa. Mungkin lewat penyaktit ini tuhan menghukum Drian .”
            Suasana hening , tiada lagi percakapan antara Adrian dan mamanya . Adrian membisu , terlintas sosok Kasih difikirannya . Seorang gadis ceria , yang mempunyai semangat hidup tinggi.
                                                                        ***
            Pagi ini Adrian begitu bersemangat , badannya terasa segar setelah ia menggguyur badan dengan air segar dari dalam kamar mandi . Adrian mengambil tiga butir obat dari dalam laci . Ia lekas melahap bubur yang masih hangat , sebelum meminum obatnya.
            Tangan kurusnya mengambil handphone dari dalam sakunya , ia putar lagu favoritnya Malaikat Juga tahu , alunan music membuat hati Adrian damai. .
            “ Oke , mandi udah minum obat juga udah . Sekarang tinggal ke taman .”
            Adrian melangkahkan kedua kakinya menuju taman rumah sakit . Seorang gadis telah menunggunya disana , Kasih. Kasih duduk manis di dekat kolam ikan , tangan mungilnya menggenggam makanan ikan.  Sesekali ia melempar makanan ikan itu ke kolam , ikan-ikan bersuka cita menyambut makanan yang terjun ke kolam.
            “ Hei .”
            Kasih menoleh kearah suara lembut itu . “ Hei juga Adrian .”
            “ Lagi sibuk ? “ tanya Adrian sembari mengamati hal yang Kasih lakukan , memberi makan ikan di kolam.
            “ Enggak kok , gue Cuma lagi ngejalanin tugas pagi aja .”
            “ Tugas ? maksud lo ? .”
            “ Iya tugas pagi , yang udah gue jalanin hampir empat bulan terakhir ngasih makan ikan-ikan lucu ini.”
            Adrian manggut-manggut mendengar jawaban Kasih. “ Udah berapa lama lo dirawat disini ? .”
            “ Udah hampir lima bulan .”
            “ Mama , Papa lo jagain lo disini ? .”
            “ Mama sama Papa kerja , mama biasa kesini seminggu sekali. Gue enggak mau terlalu merepotkan mereka.”
            “ Oh gitu “ kata Adrian sembari duduk disamping Kasih . “ Apa Kanker itu bisa sembuh ? apa lo yakin kalau gue sama lo bisa bebas dari penyakit mematikan ini.”
            Kasih menoleh menatap lekat wajah Adrian . “ Drian , kalau gue enggak punya keyakinan untuk sembuh , gue sekarang enggak akan ada disini, duduk disamping lo. Mungkin , gue udah disurga.”
            “ Gue salut sama lo Sih , lo cewek yang paling kuat yang pernah gue temuin selama gue hidup. Gue kalah sama lo , gue sama sekali enggak punya keyakinan untuk sembuh. Gue udah pasrah sama Tuhan.”
            “ Drian , tuhan itu akan selalu memberi mahkluknya jalan yang terang ketika mahkluknya selalu berusaha.Kita harus menerima dan mencoba bersahabat dengan penyakit ini.“ kata Kasih sembari memberi senyuman , sebuah senyuman semangat .
            “ Dulu, waktu SMA gue perokok berat Sih . Gue terpaksa ngerokok , karena temen-temen gue bilang kalau enggak ngerokok itu berarti banci. Awalnya Cuma nyoba-nyoba tapi dengan seiring waktu berjalan merokok jadi bagian penting dihidup gue.”
            “ Lo , enggak nyoba berhenti ? .”
            “ Nyoba , tapi enggak pernah bisa.  Sehari tanpa rokok badan gue sakit .”
            “ Drian , sekarang semua itu masa lalu kamu . Lupain masa kelam itu “ Kasih menepuk pelan pundak Adrian. “ Lo harus semangat mulai sekarang , lo harus yakin kalau tuhan pasti memberi kesembuhan .”
            “ Iya Sih mulai sekarang gue bakal jalanin pengobatan , gue pengen sembuh . Gue enggak mau lihat air mata lagi di wajah mama ” Adrian menghela nafas . “ Marahin gue ya , kalau gue putus asa , marahin gue kalau gue enggak punya semangat hidup.”
            “ Pastinya , gue bakal selalu marahin lo setiap saat , setiap detik . lo enggak boleh putus asa dan enggak punya semangat hidup !.”
            “ Janji ? .”
            “ Janji ” Kasih mengaitkan jari keliking kecil miliknya dijari Adrian , keduanya saling bertatapan .
Adrian meletakan kepala nya , dipundak kasih. Keduanya saling tersenyum memandang satu sama lain , keduanya kini saling menguatkan ditengah penyakit ganas yang mengancam jiwa kedua insan manusia itu. Bukankah Tuhan tak pernah tidur , bukankah tuhan selalu mendengar rangkaian doa yang kita ucapkan. Kuatlah dan Yakinlah tiada yang mustahil di dunia ini. Dokter adalah manusia mulia , tapi jangan lupa bahwa dokter juga manusia ciptaan Tuhan .
Berdoalah maka Tuhan akan memberi jalan yang terang dari setiap masalah yang kita hadapi. :)