PALSU
Sulit kupercaya semua
ini , semua ini begitu menyayat hati , bagaimana mungkin ini bisa terjadi ? .
Sungguh aku tak percaya. Desis seorang gadis , Marsha memandangi foto Jaya ,
seorang laki-laki yang telah mengisi kekosongan hatinya sejak delapan bulan
yang lalu.
Handphone nya berdering
membuyarkan segala kegundahan yang menyelimuti hati Marsha. Tertera nama Irena
, sahabatnya.
“ Sha , kamu baik-baik
aja kan ? .”
“ Aku kacau Ren ,
kenapa selalu aku yang diginiin ? sakit .“
“ Aku ngerti Sha , udah
kamu tenangin aja diri kamu sekarang . Besok disekolah kita cari solusi dari
masalah ini .”
“ Iya Ren.”
Gadis cantik itu
mematikan handphone nya.
***
Bel tanda istirahat
berbunyi , Marsha menyandarkan tubuhnya di kursi kayu panjang berwarna coklat
yang terletak di depan kelasnya.
Marsha terlihat sangat
kacau , kehidupannya kini kosong . Hatinya perih menerima sebuah kenyataan
pahit yang tak ia duga selama ini.
“ Sha “ seseorang
memanggilnya.
Marsha menolehkan
kepalanya kearah suara itu. “ Ren , sejak kapan kamu disini? .”
“ Sejak sepuluh detik
yang lalu hmm ” Iren menghela nafas. “ Yaampun Sha segini kacaunya kamu ,
sampai-sampai kamu enggak bisa ngerasain kehadiran aku disini.”
“ Ya kamu tau kan
gimana perasaan ku ? aku di duain ? nyesek Ren ” air mata mulai menari - nari
dipelupuk mata Marsha.
Iren menganggukan
kepalanya seraya ikut merasakan , perasaan periht yang sedang dialami Marsha,
sahabatnya.
“ Sorry , jadi gimana kelanjutan hubungan kamu sama Jaya ? .”
" Aku enggak tahu , aku
belum berani nanyain ke dia tentang kebenaran berita yang aku denger dari
Sesilia .”
“ Sesilia itu temen nya
Jaya di kampus kan ? yang pernah kamu ceritain .”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar