Jumat, 01 Maret 2013

Lanjutan cerita PALSU :) selamat membaca ;)


“ Hmm iya , kalau enggak karena dia enggak mungkin aku tahun tentang semua kebenaran ini.” 
“ Sha , kalo aku boleh jujur . Hmm mungkin enggak kalo Sesilia Cuma ngarang cerita supaya kamu sama Jaya putus ? .”
“ Menurut aku enggak Ren , aku tahu semua ini benar .”
“ Kamu yakin Sha ?.”
“Iya aku yakin , Keyna nama cewek yang sudah selama lima bulan bikin Jaya berubah ” Marsha menyeka air mata yang mulai membasahi kedua pipinya . “ Dan dengan begonya , Jaya udah berhasil ambil semua perasaan sayangku Ren.”
Iren memeluk erat sahabatnya , sahabatnya yang kini lemah menahan perasaan perih yang teramat dalam .
“ Sekitar empat bulan yang lalu aku pinjam Handphone Jaya , disitu akun lihat foto cewek super modies dan punya talenta , emang dibandingin sama Keyna , aku enggak ada apa-apanya “ kata Marsha lirih menahan jutaan air mata yang hendak terjun bebas dari pelupuk matanya.
“ Se modies apa sih cewek itu ? dan talenta apa yang dia miliki ? Sha , di dunia ini enggak ada manusia yang sempurna , sempurna itu Cuma milik Tuhan.”
“ Keyna itu Duta Wisata , anak orang kaya dan …… “ Marsha tak mampu melanjutkan kata-katanya , lidahnya kelu terasa kaku.
“ Iya udah enggak usah bahas cewek itu lagi , yang paling penting sekarang kamu harus kuat Sha “ Iren menatap wajah Marsha .” Tuhan baik , dia udah buka mata kamu  , Tuhan pengen tunjukin ke kamu siapa Jaya sebenarnya.”
Marsha menganggukan kepalanya , mencoba meredam rasa sakit yang menyelimuti hatinya.
                                                            ***
Marsha sedang sibuk merapikan beberapa baju yang telah ia obrak-abrik , terpilih sebuah dress berwarna ungu putih. Ya sebuah dress yang cukup cantik .
Seorang laki-laki berdarah manado Bali , dengan tinggi seratus tujuh pulu tiga centimeter dengan style yang cukup rapi telah menunggunya diruang tamu. Laki-laki itu terlihat santai memainkan handphonenya sembari sesekali tersenyum melihat wallpaper handphone nya.
“ Hmm senyum-senyum terus “ kata Marsha sembari menuruni satu demi satu anak tangga.
“ Emang enggak boleh ? .”
“ Kok ketus gitu jawabnya ? “ Marsha menatap lurus kearah mata Jaya.
“ Ketus ? enggak kok , aku biasa aja jawabnya . Udah lah enggak usah nyulut emosi masa kita bertengkar , ini kan malam minggu. Gak lucu.”
“ Iya aku tahu semua ini emang enggak lucu , semua ini perih , nyesek , sakit !.”
“ Aku enggak ngerti kamu ngomong apa . Oke sekarang mendingan kita nonton film.”
“ Aku enggak mau nonton , gak mood .”
“ Marsha , kamu kenapa ? kok kita jadi aku kamuan gini ? .”
“ Menurut kamu ? .”
“ Yaudahlah , kalau kamunya gini mending aku pulang aja . Kayaknya enggak ada gunanya aku udah kesini jauh-jauh demi ketemu kamu dan kamu nya malah gini.”
Jaya mengangkat tubuhnya perlahan , ia melangkahkan kaki hendak beranjak pergi.
Marsha menarik tangan Jaya . “ Tunggu .” 
“ Apa lagi ? “ tanya Jaya sembari menatap Marsha.
“ Aku sayang kamu “ kata Marsha lirih , ini kelemahan Marsha , Marsha lebih menggunakan hatinya disaat mencintai Jaya , tetapi Jaya lebih menggunakan otaknya untuk mengambil hati Marsha .
Keduanya saling bertatapan , tatapan yang sulit diartikan terpancar dari sinar mata Jaya.
“ Hmm aku juga sayang kamu banget hehehe , yaudah sekarang kita pergi ke Bioskop yuk nonton film , ada film kesukaanku baru rilis .”
Marsha menganggukan kepalanya , keduanya melangkahkan kaki pergi meninggalkan ruang tamu rumah Marsha.






                                                    

Tidak ada komentar:

Posting Komentar