Minggu, 03 Maret 2013

ENDING PALSU :')


                                                            ***
“ Sha , kamu harus minta kejelasan sama Jaya “ bujuk Irena.
“ Aku udah beraniin diri buat minta kejelasan Ren , tapi dia bilang dia enggak mau bahas tentang kejelasan.”
“ Terus , mau sampai kapan kamu kayak gini ? Sebulan lagi , dua bulan lagi, atau selamanya ?  .”
Marsha menggelengkan kepalanya , menatap langit-langit kamarnya yang kosong.
“ Kemarin aku ketemu Keyna di bioskop , ternyata Keyna udah punya cowok namanya Albert.”
“ Apa ? kamu ketemu Keyna ? .”
“ Iya , Keyna emang bener-bener super modies . Albert juga cowok yang baik.”
“ Sakit Jiwa ya si Jaya , naksir cewek yang udah punya cowok bener-bener deh sakit.“
“ Jaya enggak sakit Ren .Perasaan kan enggak bisa dikontrol , perasaan sayang cinta kagum itu semua datang dengan sendirinya. Lagian kan janur kuning belum melengkung.”
“ Yelah Sha , sempat-sempatnya kamu masih belain Jaya ” sahut Irena sembari merebahkan badannya di ranjang.
“ Bukannya ngebelain tapi Cuma memberi opini , sekarang aku udah siap kok buat putus dari Jaya . Semakin hari aku semakin sakit , kalau aku ingat ratusan foto Keyna ada di folder handphone Jaya.”
Marsha menyeka air matanya .” Kamu bisa bayangin kan Ren , gimana perasaan aku waktu aku lihat dengan kedua bola mataku ada ratusan foto cewek lain di Handphone pacarku?.”
Iren  memeluk sahabatnya yang semakin melemah itu , keduanya berpelukan untuk menenangkan perasaan Marsha.
“ Iya aku ngerti Sha , aku dukung banget banget keputusan yang tepat yang udah berani kamu ambil ini.” 
Suasana hening , diiringi rintikan gerimis yang mulai membasahi tanah . Langit seraya ikut merasakan keperihan hati Marsha
                                                            ***
                                                           
Marsha duduk disebuah sofa kecil berwarna merah yang terletak diteras rumahnya. Matanya menatap lurus kearah pagar menanti sosok cowok yang ia nantikan. Sebuah mobil berhenti tepat didepan rumah Marsha , sosok pria yang ia nantikan turun dari dalam mobil.
“ Hai , maaf ya sayang aku telat . Habisnya tadi kamu mendadak banget ngajak ketemu.”
“ Iya enggak papa kok hehe. Dari mana tadi ? rumah ?.”
“ Tadi habis jalan sama Keyna sama temen-temen kampus yang lain.”
Desiran darah ditubuh Marsha berdesir hebat . Jaya dengan santai mengatakan tentang Keyna tanpa menunjukan rasa bersalah atau rasa canggung sedikitpun. Tetapi kini hati gadis itu telah lebih kuat untuk menatap pria yang kini duduk disampingnya.
“ Oh gitu “ Marsha manggut-manggut.
“ Hmm Marsha udah makan , kita keluar yuk makan diluar “ kata Jaya sembari menarik tangan , kekasihnya itu.
“ Enggak , aku masih kenyang tadi barusan makan. Aku boleh ngomong sesuatu ke kamu? .”
“ Ngomong apa ? .”
“ Aku rasa kita udah enggak cocok lagi , ada hal yang kamu sembunyiin dari aku.”
“ Aku enggak nyembunyiin hal apa-apa kok , emang hal apa yang kusembunyiin?.”
Marsha mengumpulkan semua keberaniannya . “ Tentang Keyna , kamu suka kan sama dia ? aku tau semuanya.”
Jaya diam , mulutnya terkunci bibirnya tertutup rapat. Ia hanya menatap sebua taman bunga kecil dihadapannya.
“ Ayo jawab jangan diam aja ! , kamu laki enggak sih?” Marsha kesal.
Jaya menoleh kearah wajah Marsha .” Iya , aku suka Keyna aku sayang sama Keyna. Aku enggak peduli sama Albert yang aku tahu suatu saat Keyna akan jadi pacar aku.”
“ Tega kamu ya sama aku , jadi selama ini kamu anggap aku apa ? pelarian ?.”
“ Maaf Sha . Aku juga sayang sama kamu , tapi aku lebih sayang Keyna daripada kamu .”             “ Aku bersyukur banget kita baru delapan bulan pacaran , makasih buat semua yang udah kamu berikan ke aku selama ini . Rasa sayang , rasa deg-degan , dan ….. “
                                                           
Marsha mencoba membangun kekuatan dari dalam dirinya . “ Dan rasa sakit yang luar biasa ini , aku juga bersyukur sama Tuhan karena aku tahu semua kebenaran ini.”
“ Sha , maafin aku.”
Never mind , semoga kamu bahagia.”
Marsha melangkahkan kakinya pergi meninggalkan Jaya , seorang pria yang telah berhasil membuatnya jatuh cinta , dulu .
Sendiri untuk saat ini adalah pilihan yang tepat bagi Marsha , setidaknya ia pernah merasakan rasanya dicintai walaupun itu hanya sekedar delapan bulan yang singkat , penuh kepalsuan.
hanya ada dua hal yang dapat kita pilih ketika kita berada disebuah kisah seperti Marsha. Bertahan dalam kesakitan cinta , kasih sayang yang penuh dengan kepalsuan atau mencari kebahagiaan lain dihati yang mampu member kita sejuta kebahagiaan , yang mampu membuat kita tersenyum. :)
Bukankah dikehidupan ini , kita berhak bahagia ? kejarlah kebahagiaan itu.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar