***
“ Sha , kamu harus
minta kejelasan sama Jaya “ bujuk Irena.
“ Aku udah beraniin
diri buat minta kejelasan Ren , tapi dia bilang dia enggak mau bahas tentang
kejelasan.”
“ Terus , mau sampai
kapan kamu kayak gini ? Sebulan lagi , dua bulan lagi, atau selamanya ? .”
Marsha menggelengkan
kepalanya , menatap langit-langit kamarnya yang kosong.
“ Kemarin aku ketemu
Keyna di bioskop , ternyata Keyna udah punya cowok namanya Albert.”
“ Apa ? kamu ketemu
Keyna ? .”
“ Iya , Keyna emang
bener-bener super modies . Albert
juga cowok yang baik.”
“ Sakit Jiwa ya si Jaya
, naksir cewek yang udah punya cowok bener-bener deh sakit.“
“ Jaya enggak sakit Ren
.Perasaan kan enggak bisa dikontrol , perasaan sayang cinta kagum itu semua datang
dengan sendirinya. Lagian kan janur kuning belum melengkung.”
“ Yelah Sha ,
sempat-sempatnya kamu masih belain Jaya ” sahut Irena sembari merebahkan
badannya di ranjang.
“ Bukannya ngebelain
tapi Cuma memberi opini , sekarang aku udah siap kok buat putus dari Jaya .
Semakin hari aku semakin sakit , kalau aku ingat ratusan foto Keyna ada di folder handphone Jaya.”
Marsha menyeka air matanya
.” Kamu bisa bayangin kan Ren , gimana perasaan aku waktu aku lihat dengan
kedua bola mataku ada ratusan foto cewek lain di Handphone pacarku?.”
Iren memeluk sahabatnya yang semakin melemah itu ,
keduanya berpelukan untuk menenangkan perasaan Marsha.
“ Iya aku ngerti Sha ,
aku dukung banget banget keputusan yang tepat yang udah berani kamu ambil ini.”
Suasana hening ,
diiringi rintikan gerimis yang mulai membasahi tanah . Langit seraya ikut
merasakan keperihan hati Marsha
***
Marsha duduk disebuah
sofa kecil berwarna merah yang terletak diteras rumahnya. Matanya menatap lurus
kearah pagar menanti sosok cowok yang ia nantikan. Sebuah mobil berhenti tepat
didepan rumah Marsha , sosok pria yang ia nantikan turun dari dalam mobil.
“ Hai , maaf ya sayang
aku telat . Habisnya tadi kamu mendadak banget ngajak ketemu.”
“ Iya enggak papa kok
hehe. Dari mana tadi ? rumah ?.”
“ Tadi habis jalan sama
Keyna sama temen-temen kampus yang lain.”
Desiran darah ditubuh
Marsha berdesir hebat . Jaya dengan santai mengatakan tentang Keyna tanpa
menunjukan rasa bersalah atau rasa canggung sedikitpun. Tetapi kini hati gadis
itu telah lebih kuat untuk menatap pria yang kini duduk disampingnya.
“ Oh gitu “ Marsha
manggut-manggut.
“ Hmm Marsha udah makan
, kita keluar yuk makan diluar “ kata Jaya sembari menarik tangan , kekasihnya
itu.
“ Enggak , aku masih
kenyang tadi barusan makan. Aku boleh ngomong sesuatu ke kamu? .”
“ Ngomong apa ? .”
“ Aku rasa kita udah
enggak cocok lagi , ada hal yang kamu sembunyiin dari aku.”
“ Aku enggak
nyembunyiin hal apa-apa kok , emang hal apa yang kusembunyiin?.”
Marsha mengumpulkan
semua keberaniannya . “ Tentang Keyna , kamu suka kan sama dia ? aku tau
semuanya.”
Jaya diam , mulutnya
terkunci bibirnya tertutup rapat. Ia hanya menatap sebua taman bunga kecil
dihadapannya.
“ Ayo jawab jangan diam
aja ! , kamu laki enggak sih?” Marsha kesal.
Jaya menoleh kearah
wajah Marsha .” Iya , aku suka Keyna aku sayang sama Keyna. Aku enggak peduli
sama Albert yang aku tahu suatu saat Keyna akan jadi pacar aku.”
“ Tega kamu ya sama aku
, jadi selama ini kamu anggap aku apa ? pelarian ?.”
“ Maaf Sha . Aku juga
sayang sama kamu , tapi aku lebih sayang Keyna daripada kamu .” “
Aku bersyukur banget kita baru delapan bulan pacaran , makasih buat semua yang
udah kamu berikan ke aku selama ini . Rasa sayang , rasa deg-degan , dan ….. “
Marsha mencoba
membangun kekuatan dari dalam dirinya . “ Dan rasa sakit yang luar biasa ini , aku
juga bersyukur sama Tuhan karena aku tahu semua kebenaran ini.”
“ Sha , maafin aku.”
“ Never mind , semoga kamu bahagia.”
Marsha melangkahkan
kakinya pergi meninggalkan Jaya , seorang pria yang telah berhasil membuatnya
jatuh cinta , dulu .
Sendiri untuk saat ini
adalah pilihan yang tepat bagi Marsha , setidaknya ia pernah merasakan rasanya
dicintai walaupun itu hanya sekedar delapan bulan yang singkat , penuh
kepalsuan.
hanya ada dua hal yang dapat
kita pilih ketika kita berada disebuah kisah seperti Marsha. Bertahan dalam
kesakitan cinta , kasih sayang yang penuh dengan kepalsuan atau mencari
kebahagiaan lain dihati yang mampu member kita sejuta kebahagiaan , yang mampu
membuat kita tersenyum. :)
Bukankah dikehidupan ini
, kita berhak bahagia ? kejarlah kebahagiaan itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar