Minggu, 07 April 2013

Puisi ini untuk seorang ayah yang sangat saya sayangi :')


Pahlawan Di Bawah Terik Matahari

Laki-laki itu , tak mengenal lelah ataupun gentar
Laki-laki itu , tak mengenal haus dan lapar
Tak mengenal keluh kesah
Laki-laki itu hanya mengenal perjuangan

Ayah , Aku sering memanggilnya begitu
Keringat dari tubuhnya sering menetes begitu saja
Ia tak peduli dengan keringat-keringat bau yang menetes di dahinya
Yang ia kenal hanya satu kerja keras

Otot-otot nya kekar , menandakan kerasnya perjuangannya
Keriput diwajahnya , menandakan betapa berat kehidupan yang telah ia lalui
Keinginannya hanya satu , tekad nya hanya Satu
Membahagiakan keluarga kecilnya




                                                                                                                   Mega Oktaviana 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar