Rabu, 03 April 2013

Ini cerita pendek yang saya tulis disaat kebosanan menghampiri jiwa saya :) silahkan dibaca :)


               Rasa Di Balik Ospek
           
             Surga mungkin itu yang dapat aku katakan . Surga , masa ospek telah berakhir , berakhir ! . Semua penderitaan ku selama satu minggu berakhir. Sekarang aku telah resmi menjadi mahasiswi , aku bukan calon mahasiswi lagi.
            Seharusnya perasaan ku sangat bahagia , tapi ada suatu hal yang sangat mengangguku . Aku kembali mengenang dia , kakak senior yang diam-diam aku kagumi , Aldi Alverdo.
            Siang itu kami para maba fakultas Ilmu Sosial dan Politik dikumpulkan jadi satu didalam satu ruangan . Aku sudah lelah , badanku sangat letih .Rentetan acara ospek membosankan. Sungguh membosankan.
            “ Shin , tuh cowok kece ya “ kata seorang teman yang duduk disampingku .
            Aku menoleh . “ Yang mana ? enggak ada yang kece kok . Semua sama aja “ jawabku cuek.
            “ Shin mata kamu benar-benar rabun. Rabun tahap kronis “ kata Lily sembari menatapku dengan tatapan aneh , aku sebal ditatap dengan tatapan seperti itu.
            “ Yang mana sih ? yang lagi pidato di depan ? “ tanyaku sambil memperhatikan , seorang kakak senior yang tengah sibuk berpidato . Kakak Senior yang mengenakan kaca mata minus tebal.
            “ Bukan , itu loh cowok yang dipojokan yang lagi pegang kamera.”
            Mataku kini beralih , kearah pojokan disana seorang cowok berbadan tegap tengah sibuk mengatur kamera. Wajahnya kalem , jambul rambutnya tinggi sekitar lima centimeter. Hidung nya mancung , mirip hidung orang timur tengah. Ia membungkukan badannya membidik gambar acara ospek, Mataku telah terkontaminasi oleh dirinya.
            “ Namanya Aldi Alverdo “ bisil Lily ditelingaku , sepertimya dia tahu , mataku telah terkontaminasi oleh sosok Aldi.
            Aku membiarkan mataku terus memandangnya , bahkan setiap gerakan tubuhnya tak pernah lepas dari pandanganku . Ku habiskan waktuku hari ini , dengan diam-diam mencuri pandang kearahnya. Hanya hal ini yang aku sukai dari ospek , dimana aku dengan bebas bisa melihat wajah Aldi. Wajah Aldi membuat masa-masa ospek terasa ringan.
            Dikampus , aku sering mencari-cari dia. Aku hanya ingin melihat wajahnya . Tapi aku gagal , sosokya sulit kutemukan. Aku rindu menatap lekukan wajahnya. Bisakah diulang kembali moment itu , moment dimana aku diam-diam mencuri pandang ke wajah Aldi . Wajah Aldi yang membuat hari-hariku terasa ringan. Ah sial aku benar-benar merindukan wajahnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar