Sabtu, 27 April 2013

Cahaya mu Cahaya ku , Cahaya kita semua.


                  Cahaya Di Hidupku
           
             Ibu aku sering memanggilnya begitu . Wajahnya , hidungnya , rambutnya begitu akrab denganku selama ini. Aku selalu mengagumi , selalu menyayangi sosoknya. Sosok seorang wanita, yang membiarkan aku tumbuh didalam rahimnya , beliau mengandungku hingga Sembilan bulan lamanya. Mempertaruhkan nyawanya antara hidup dan mati demi melahirkan diriku di dunia.
             
            Aku kecil sering menangis di malam gelap , aku kecil haus ASI dimalam gelap . Tangan lembut itu membelaiku dengan penuh kasih sayang , begitu seterusnya hingga aku tumbuh besar. Aku besar , mulai tumbuh menjadi gadis remaja . Kadang banyak masalah yang membuatku sering marah , kadang membantah kata-kata ibu. Bahkan terkadang kami sering bersitegang karena berbeda pendapat.
           
           Tapi dibalik semua itu , aku tahu ibuku sangat menyayangiku. Begitupun aku yang sangat menyayanginya. Hanya saja kadang seorang anak tak tahu caranya untuk menunjukan bahwa kasih sayang itu ada.
         
            Saat aku mulai tumbuh menjadi wanita dewasa , aku mulai mengenal dunia luar. Dunia luar yang kejam , dunia luar yang penuh dengan persaingan. Aku sering merindukan ibu , aku ingin berada didekapannya seperti waktu aku kecil dulu.
           
             Sungguh aku ingin melalui detik demi detik kehidupanku bersama ibu. Aku ingin melihat tawanya , setiap detik. Aku ingin merawatnya sampai akhir hayat.
           
             Aku ingin setiap waktu , selalu melihat ibu tersenyum bahagia selamanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar